RUMAH YANG TERBAKAR. (Puisi karya gunawan maryanto)

Rumah itu sudah habis terbakar.blanwir terlambat datang,terhakang orang-orang yang butuh perayaan..tinggal sirenenya seperti tangis anak kehilangan ibunya.menghilang pelan-pelan.lalu hujan turun seperti blanwir yang terlambat datang.bendera berkabung harus segera dinaikan.

Kita tak punya rumah lagi,kataku sambil membersihkan kerah bajunya dari debu.ia menatapku aku melihat palu dimatanya.semua bermula dari dapur yang meledak.dan api mengejar seluruh yang mudah terbakar.terutama kenangan dan hutan bambu diruang tamu.pelipis bapak berdarah,katanya..tak apa.mari kita pergi

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s